“Dan
Bandung bagiku bukan Cuma masalah geogafis, lebih jauh dari itu melibatkan
perasaan yang bersamaku ketika sunyi”
-Pidi Baiq
Jadi, dulu aku pernah hidup di Bandung, Ngapain? "Numpang Boker qaqa:)"
Jadi, dulu aku pernah latihan di Bandung, Latihan apa? "Latihan Melupakannya qaqa:)"
Jadi, dulu tuh aku disana latihan bulutangkis. Iya, aku salah satu atlit bulutangkis yang gak jago jago banget lah, biasa aja, bukannya sok merendah buat meroket, bukan!! Tapi karna kenyataannya ya gitu ha ha ha.
Aku ke Bandung kalau enggak salah tahun 2011 diawal tahun, kira-kira sekitar bulan Maret atau bisa jadi bukan, karena aku lupa detailnya. Ya, pokoknya sekitaran segitulah
Aku ke Bandung kalau enggak salah tahun 2011 diawal tahun, kira-kira sekitar bulan Maret atau bisa jadi bukan, karena aku lupa detailnya. Ya, pokoknya sekitaran segitulah
Jadi aku disana masuk club ya boleh dibilang club bulutangkis yang besarlah di Bandung, ciri-cirinya ya punya lapangan sendiri, ada 16 lapangan, ada asrama, kantin, pos satpam, tempat jemuran, ada tangga juga.
Ngomong-ngomong soal tangga, di asrama itu ada 4 lantai, dan kalian tau? nah, dulu itu, kamar aku ada dilantai 4. Bisa bayanginkan, mau latihan turun tangga dulu, itung-itung pemanasan, sampe di GOR pemanasan lagi, jadi di saat udah masuk sesi latihan, aku udah dalam kondisi yang prima dan gosong akibat pemanasan yang berlebihan. Garing ya? ha ha ha IYA
Tapi, buat masuk ke club itu, nggak cuma asal masuk aja, kita harus seleksi dulu, dan peserta seleksinya tuh rameeee!!! Seleksinya 3 hari, kalau sekarang lebih dari 3 hari dan sekarang juga lebih ribet dan lebih ketat lagi pastinya
Setiap hari, setelah seleksi bakal ada pengumuman buat peserta peserta yang lewat, dan Alhamdulillah sampai hari ketiga aku lewat. Dulu, aku seleksi ditemenin sama pelatih, istrinya yang aku panggil "Bunda", sama anaknya juga, kalau nggak salah mereka sekalian ada urusan pekerjaan di Bandung
"Nak,itu pengumumannya udah mau ditempelin, yuk kita liat"
"Iya, bunda"
Tapi yang liat pengumumannya cuma si Bunda, karna rame banget dan desak desakan aku disuruh tunggu agak jauh dari papan pengumuman. Yang aku rasain cuma deg-degan, ada sedikit rasa pesimis karena aku berasal dari daerah, aku juga tidak berani untuk yakin bahwa aku bisa lewat, aku takut kecewa. Lalu aku liat Bunda datang mendekat dengan wajah senang
"Nak, kamu lewat nak, coba lihat, ada nama kamu distu"
Aku bengong, antara percaya dan tidak
"Mana Bunda?"
"Itu, ayok kita lihat"
Dan benar, nama itu memang ada. Susah untuk mengandaikan perasaan aku waktu itu, yang pasti aku benar-benar senang, dan jujur aja aku jadi senyum-senyum sendiri. Bunda langsung memberitahu suaminya, yaitu pelatihku yang duduk dikursi menunggu kami.
Setelah itu, kami balik ke hotel untuk mengambil barangku, karna aku langsung masuk ke asrama. Sebenarnya aku bisa pulang dulu kerumah, tapi karena alasan menghemat biaya Bunda menyarankan agar aku langsung masuk asrama, dan orangtuaku juga setuju.
Selagi aku mengemaskan barang di hotel, aku di telfon Mama
"Hallo assalamualaikum, Ma"
"Waalaikumsalam, gimana? lewat audisinya" (Padahal pelatihku sudah membetitahu duluan tadi)
"Iya ma, Lewat"
"Alhamdulillah, jadi ni langsung masuk ke asramanya ya" (Suara mama pelan, seperti menahan nangis)
"Iya, ma. Tadi si Bunda ngomongnya gitu"
"Yaudah, hati-hati disana ya Nak, jaga diri baik-baik, jaga kesehatan. Selamat ya Nak lewat audisinya, udah jadi anak Bandung ya anak mama sekarang, udah jauh dari Mama" (Mama nangis)
Aku diam, dan seketika itu juga aku nangis. Jujur saja walaupun aku sudah biasa jauh dari orangtua karna sering ikut pertandingan, tapi, sulit untuk menjelaskan perasaanku waktu itu. Yang jelas aku sadar bahwa jarak aku dengan Mama itu jauh, dan aku langsung rindu Mama
"Hallo" (Mama memanggil, setelah selesai nangis)
"Iya, Ma"
"Jadi ini kamu mau ke asrama?"
"Iya ma, ini lagi beres-beres barang"
"Oh yaudah, nanti mama telfon lagi ya, salam sama Bunda, Assalamualaikum"
"Iya ma, Waalaikumsalam"
Aku langsung keluar dari kamar setelah membereskan barang, sudah ditunggu sama Bund a di depan hotel, aku ke asrama di antar oleh Bunda, naik becak. Ha ha ha
Iya, kami naik becak karna kebetulan jarak hotel dengan asrama tidak terlalu jauh. Sampai di asrama Bunda langsung bicara dengan pengurus club tersebut dan setelah itu aku langsung di antar kekamar. Sebelum pulang Bunda juga memberiku jajan dengan uang yang di titipkan orangtuaku. Setelah itu Bunda balik ke hotel dan aku tinggal di asrama.
Disinilah, awal cerita, awal perjuanganku, awal sebuah kenangan yang indah
Disinilah, awal cerita, awal perjuanganku, awal sebuah kenangan yang indah
BERSAMBUNG DI PART 2 ...

rasakan bermain secara online di AJOQQ
BalasHapusmin dp. 15ribu
min wd. 15ribu
coba daftar, main dan menangkan hingga ratusan juta
jadilah pemenang di AJOQQ