Get me outta here!

Minggu, 19 Juli 2020

SELAMAT ULANG TAHUN, AKU.

Apa baca baca? kepo ya kamu? hmmmm...
Bayar dulu!!
.
.
.

Happy Birthday, 20 Juli 2020, harusnya tahun ini gak dihitung, sih. tiba-tiba saja sudah bulan Juli.

Selamat Ulang Tahun Aku,

Terimakasih selama ini selalu berdamai dengan keadaan, mau senang ataupun susah.

Terimakasih selama ini sudah selalu berusaha untuk menerima diri sendiri walaupun ada seribu alasan untuk tidak.

Terimakasih selalu mencoba untuk tidak menjadi orang yang egois.

Terimakasih sudah berusaha untuk selalu terlihat baik-baik saja walaupun sebenarnya tidak.

Terimakasih selama ini sudah selalu belajar bersyukur dengan nikmat yang diberikan walaupun itu sekecil kutunya kutu semut.

Terimakasih sudah berusaha memaksakan badanmu walaupun kamu lelah.

Terimakasih sudah menerima pendapat dan menjalankannya walaupun kamu tidak suka, agar mereka tidak sedih.

Terimakasih sudah selalu mencoba untuk menjadi diri sendiri.

Terimakasih karena kamu gak pernah ngutang jadi gak perlu mikirin cicilan sekarang.

Terimakasih sudah mau tetap hidup selama 22 tahun ini, Terimakasih juga ya Allah.

Terimakasih selalu mencoba untuk menjadi lebih baik dan yang terbaik.

Terimakasih sudah memaafkan diri sendiri.

Tidak apa apa walaupun terkadang merasa marah,

Tidak apa apa walaupun terkadang lupa.

Tidak apa apa walaupun terkadang menangis di tengah malam hi hi

Tidak apa apa walaupun terkadang malas ha ha ha

Maaf baru kali ini baru ngucapin untuk diri sendiri, soalnya malam ini aku pengen nulis. Eh ngetik.

Hey aku, jangan pernah benci sama aku ya, kan kita selalu sama sama selama 22 tahun :P

Maaf aku, kamu terjebak di aku.

Ini ada yang baca? kamu bingung tidak?

Aku sih, bodo amat, yang penting aku ngerti, kan tulisan ini untuk aku, bukan untuk kalian!
Dasar kalian!!

Ohiya aku, Semangat terus ya,
Untuk besok.
Mari berpetualangan lagi, mari kerja keras lagi.
Tidak apa apa mengeluh, kamu manusia, butuh mengeluh, kan ada tempatnya, tau kan?
Iya tau kok.

Jangan terlalu dengerin kata orang jika mereka hanya menjatuhkan kamu, soalnya aku malas untuk beli hansaplast. perlunya satu tapi harus beli 5. karena satu bungkus ada 5.

Apalagi ya? aku bingung ngucapin untuk diri sendiri, apalagi untuk orang lain. tapi mereka suruh aku ngarang 3 halaman untuk ucapan selamat ulang tahun.

Terus gimana aku ucapin?

hbd wyatb dikali 89047836837493248293842420482048204789264872.

Sudah jam 0.00
Happy Birthday Aku, I Love You More Than Anything Muahh


SALAM SAYANG AKU
UNTUK AKU



TTD
AKU

Sabtu, 28 Juli 2018

BIBIT SAYUR YANG TAK DIMENGERTI


            Ini hari apa? Ohh...ini hari Senin. Tapi saya sedang tidak kuliah. Kamu tau kenapa? Coba tebak? Ah... kamu pasti nggak tau ya? Biar saya kasih tau, saya sedang libur kuliah. Libur kuliah yang disebabkan oleh karena sedang libur semester, yaitu libur yang sudah ditetapkan oleh pihak kampus yang dilaksanakan setelah dilaksanakannya UAS (Ujian Akhir Semester) atau kata sebagian mahasiswa/i ‘Final’. Sekarang kamu sudah tau kan? Pasti sudahlah, karena, kan sudah saya kasih tau. Kenapa saya kasih tau ya? Yaiyalah! Kalau saya kasih kamu uang, nanti kamu senang terus kamu cerita ke orang-orang kalau saya sedang membagi-bagi uang. Nggak boleh!! Riya!!!
            Sore ini sudah jam 17.06
Yang dimana didalam rumah yang bewarna putih itu, yang disalah satu dalam kamarnya ada sebutir anak perempuan. Masih gadis dan mirip artis (tapi bohong). Maksudnya saya bohong kalau itu... mirip artis... aslinya sih.. mirip bidadari.
            Heyy!!!
            Itu saya, tau!!
            Saya lagi ditinggal sendiri dirumah. Disebabkan oleh orangtua saya yaitu Papa tengah bekerja dikantornya. Ohh... bukan, tadi sudah pulang, lalu pergi lagi untuk main tenis. Dimana? Pasti di lapangan tenis lah. Kalau Mama tadi siang waktu saya lagi tidur siang, beliau sudah rapi-rapi. Mau pergi katanya, rapat. Rapat bersama istri-istri karyawan yang juga bekerja di kantor tempat Papa bekerja. Hebat sekali ibu rumah tangga sekarang pergi rapat seperti pejabat. Ahh.. ternyata nggak perlu jadi pejabat untuk pergi rapat.
            Ohiya, kamu penasaran nggak bagaimana saya bisa tau kalau Mama pergi siang tadi waktu saya lagi tidur siang? Enggak?
            Gapapa, saya ngasih tau buat yang penasaran saja, ya!
            Saya tau Mama pergi tadi siang dikarenakan saya terbangun oleh karena Mama masuk ke kamar untuk apa itu namanya? Ohh.. itu, untuk minta parfum atau apa gitu yang ada di kamar saya dan dilayani oleh Adik saya.
            Mama belum pulang jam segini. Woww!! Sepertinya rapat yang sangat penting dan juga rumit. Rapat apakah ibu-ibu itu? Apakah rapat untuk merencanakan bagaimana mengamankan bumi ini saat negara api menyerang? Tapi itu kan hanya ada difilm Avatar saja. Atau ingin membantu para penegak hukum untuk menentukan siapa yang salah disidang kasus Jesica dan Mirna, ituloh.. kasus Ice Coffe Vietnam, ya? Yang dimasukin ‘sianida’ ke kopinya. Tapi, itu kan sudah selesai? Ahh.. nanti saja lah saya tanya.
            Sedangkan Adik saya tadi siang setelah pulang sekolah juga pergi. Harus gitu,, dibilang setelah pulang sekolah agar tidak disangka bolos. Adik saya pergi kemana? Nah.. dia pergi untuk mencari bibit sayur Bayam, Wortel dan Tomat, katanya.
            “Ngapain nyari bibit itu? Emang mau berkebun di sekolah?” Saya nanya sambil makan nasi tadi siang, setelah bangun, saya makan sambil duduk di sofa depan TV. Harus gitu.. dibilang setelah bangun biar tidak disangka makan sambil tidur. Dan ya... jangan dicontoh berbicara saat makan itu.
            “Nggak tau, Guru nya nyuruh. Tugas” Adik saya menjawab, terus dia malah nanya. “Di rumah kita ada pupuk nggak?”. Hahh? Ngapain dia nanya pupuk?
            “Itu... coba liat didepan yang didalam karung beras itu”. Maksud saya depan itu = halaman, karung beras itu adalah karung beras bekas yang biasa diisi pupuk sama orang yang jual pupuk yang sesekali lewat depan rumah.
            Lalu Adik saya ke dapur. Loh? Ngapain? Apa hubungannya? Ohh.. ternyata dia ambil kresek (kantong plastik) untuk dimasukkannya pupuk itu. Lalu dia keluar.
Astagfirullah!!! Astagfirullah!!! Astagfirullah!!! Saya belum sholat Ashar! Sebentar, ya. 5 menit saja + 1 menit. OKE ??

***
*13 menit kemudian*
Nah.. setelah Adik saya itu keluar, tidak berapa lama dia masuk lagi.
“Sial!! kirain pupuk!! Udah capek dibongkar, Ehh.. isinya tanah biasa”
“Ha..Ha..Ha..”
Kalau kamu tidak tau, itu saya lagi ketawa. Terus saya nanya ke dia, dia yang saya maksud disini adalah Adik saya.
“Emang untuk apa sih? Bibitnya? Kenapa bukan sayur yang sudah jadi saja? Kan, banyak dipasar, kalau bibitnya kan, harus nunggu lama lagi.” Maksud saya kalau dengan bibit, kan harus menunggu waktu yang lama untuk jadi sayur yang bisa dimakan.
“Gak tau, disuruh. Aku juga gak ngerti sebenarnya, pokoknya disuruh cari saja.” Terus Adik saya naik ke atas motornya. Belum... Adik saya belum pergi. Dia menelpon temannya dulu, mungkin janjian. Setelah itu baru dia pergi, pergi yang menyebabkan saya sekarang tinggal seorang diri di rumah. Ohh.. sebenarnya tidak sendiri, kalau kata Pidi baiq sih, ada malaikatnya. Maksud saya sendiri adalah tidak ada manusia lain selain saya.
Ohh.. Ibu Guru... Sebenarnya untuk apa bibit itu? Apakah untuk bertani? Tapi, kan seharusnya Adik saya sekolah? Ohh.. mungkin engkau ingin mengajarkan bahwa menanam itu perlu. Menanam pohon. Tapi kau memilih bibit sayuran agar bisa dipetik hasilnya. Apakah nanti setelah bibit itu tumbuh dewasa bisa disebut “Pohon Tomat?” atau “Pohon Wortel?” atau juga “Pohon Bayam?” Ahh.. itu bukan jadi masalah, bukan? Manusia saja bisa dinamai ‘Ahmad’, ‘Yani’, atau bisa juga digabung yang akan menjadi ;Ahmad Yani’. Itu nama manusia atau nama jalan?
Apakah perlu menanam? Mengingat di tempat kita sekarang, bumi kita ini, planet kita yang sudah kita huni, kita tinggali tapi malah kita rusak ini, yang dimana sebelumnya dimana-mana pohon, dimana-mana hutan, dimana-mana hijau. Ehh.. sekarang tembok lebih subur daripada pohon. Yang menyebabkan orang-orang mencari udara segar. Bayangkan, udara segar saja harus dicari. Apakah dimasa depan nanti oksigen juga harus dicari?
Atau kau ingin mengajari cara menanam yang baik dan benar? Agar nantinya mendapat hasil yang juga baik dan benar pula? Kan, katanya ‘Usaha Tidak Mengkhianati Hasil’ kalau usaha menanamnya bagus, pastilah kita memetik yang bagus pula nantinya. Betul tidak? Bagaimana kalau tidak ada buahnya? Petik saja daunnya, atau bunganya. Kan, bunga mawar juga tidak berbuah. Gak harus buah, kan? Jangan fokus ke satu tujuan, sedangkan disekitarmu lebih banyak tujuan yang lebih baik lagi jika kamu lebih membuka mata. Bagaimana, Bu Guru? Apakah itu? Tujuan nya?
Entahlah... itu sih, terserah Bu Guru sajalah, ya? Kan, dia Gurunya. Murid hanya mengikuti perintah Guru. Seperti bos dan anak buahnya.
Ehh... Mama saya sudah pulang. Yasudah, saya keluar kamar dulu, mau ngecek Mama bawa makanan atau tidak. Sudah, jangan ditunggu ceritanya, karena saya sudah selesai bercerita. Nanti lagi bacanya, kalau sudah ada cerita baru.
Salam Sayang
Wasalam


Di kamar dan sedirian, 23 Juli 2018 (sedang tidak hujan)



Minggu, 15 Juli 2018

HUJAN DAN IKAN TENGGELAM DI LAUTAN

Assalamualaikum...
Waalaikumsalam.


Pertama saya menulis ini.. bukan nulis, lebih tepatya apa itu namanya? Ngetik?
Iya.. ngetiklah.
Pertama saya mengetik ini pada tanggal 15 di kamar, pada bulan Juli yaitu dimana bulan tersebut adalah bulan setelah bulan Juni, Adiknya Juli. Kedua saya belum mandi, ini jam berapa sihh?? Oh iya, masih jam setengah 6 sore. Bukannn... saya bukan gak mandi dari pagi, tadi pagi saya sudah mandi, lalu tadi jam 3 mandi lagi karena gerah. Dan tentu saja perihal saya mandi itu adalah perihal yang tidak penting untuk kamu tau adanya, hanya saja saya mau sedikit bercerita, Boleh, tidak? jangan dijawab!

Kalau kamu mau tahu juga ini adalah salah satu hari Minggu di tahun 2018, kalau gak percaya boleh kamu buktikan, lihat saja kalender.

Dan jangan emosi, nanti kamu dosa.

Kejadian ini adalah dimana yang terjadi pada siang hari tadi, dengan kejadian yang tidak saya rekayasa, palingan adalah sedikit. Atau semuanya?

Siang tadi, saya bertanya pada Sirup. Kalau kamu mau tahu.. beli dipasar, banyak..
Sirup itu adalah salah satu teman saya dikampus. Bukan.. itu nama samaranlah, namanya mirip Sirup, makanya saya sebut Sirup saja.

Mungkin kamu tidak tau, karena mungkin kamu tidak kenal dia, berbeda dengan saya, pastilah saya tau, kan saya kenal dengan dia.

Belakangan ini, saya selalu bertanya-tanya. Kapan saya harus membayar SPP? saya tidak tau kalender akademik, karna saya tidak punya.
Lalu, dengan baik hati saya nanya ke Sirup. (lewat chat via was'ap)
(dikarenakan saya malas ngambil HP yang sedang di isi baterainya di luar kamar, saya hanya mengingat-ngingat saja isi chatnya dengan berdasarkan ingatan saya yang sekuat "Dori", tau kan? yang di Film Finding Nemo, ituloh?
A = Aku
S = Sirup
========================================================================
A: "Punya kalander akademik nggak?"
S: "Punya"
A: "Kirim dong"
S: *ngirim kalander akademik (pdf)*
A: "Thanks"
S: "Sama-sama, kalau ada perlu lagi, tanyain aja wkwkwkwwk"
A: "Nanti malam hujan gak?"
S: "Kayaknya nanti malam hujan, dan baru terang lagi kalau udah pagi (emot ngakak sampe nangis)"
A: "Ohh baguslah, perlu euy, mau hitung berapa tetes yang jatuh"
S: "Kalau hujan turun biasanya itu 2 juta triliun,,,,dalam 1 jam,,,(emot ngakak sampe nangis) gak percaya bisa hitung sendiri"
A: "Berarti aku rugi -_-"
S: "Loh kok rugi"
A: "Bukan rugi, apa ya... Capek, gitu. Tadi niatnya mau obatin. Kan jatoh"
S: "Napa gak sekalian obati ikan yg tenggelam di lautan"
A: "Hahaha ke gak tau? Ikan yang tenggelam di laut itu, akhirnya aku beli di pasar. Aku bersihin kalau masih ada darahnya. Terus aku goreng. Biar gak berdarah lagi" ("Ke=kamu)
S: "Terus,,?? Nulis blog tentang ikan yg tenggelam (emot ngakak sampe nangis sebanyak 3 buah)"
A: "Ohh boleh boleh. Nanti malam aku tulis. Baca, ya?" (akhirnya aku nulis, oh bukan, maksudnya ngetik pada jam setengah enam sore, karna nanti malam mau baca novel aja).
S: *cuma diREAD*
========================================================================Pastilah teman saya, si Sirup itu. Pasti dia nyesal karena udah bilang "Terus,,?? Nulis blog tentang ikan tenggelam (emot ngakak sampe nangis sebanyak 3 buah)". Menyesal karna saya suruh baca.
Kalau kamu mau tahu.. ada dikulkas rumah saya..
Kalau kamu mau tau, teman saya bukan malas membaca (mungkin). Tapi karena dia cukup sadar akan bahwa yang saya tulis sekarang ini adalah hal yang tidak penting. Dan kamu pastilah juga menyadari itu sekarang.
Jangan... jangan di tutup dulu, coba baca sampai habis.




Bahwa dari tulisan yang menurutmu tidak penting ini, bahwa sebenarnya didalam tulisan ini ada tersirat HIKMAH.
Iya, sedikit HIKMAH dan PELAJARAN.

Hikmahnya, karena merasa akhirnya ini tidak penting dan kamu membaca sampai habis, kamu harus bersabar. Betul tidak?
Pelajarannya, karena kamu tahu hikmah yang tersirat adalah seperti yang berusan saya katakan adanya. Maka dari itu, pastilah kamu harus lebih belajar harus lebih bersabar lagi.

Saya sendiri cukup senang karena bisa memberikan sedikit HIKMAH dan PELAJARAN untuk kawan-kawan sekalian yang membaca ini.

Akhir kata saya ucapkan TERIMAKASIH
"Iyaa.. sama-sama"


Salam Sayang
Wasalam.



Rabu, 25 April 2018

UCING DITABRAK MOBIL

Sebelum melanjutkan cerita yang ingin aku ceritakan disini, aku ingin menceritakan Ucingku yang pernah aku ceritakan sedikit disini.

Ucing masih balita
Ucing pertama kali dibawa kerumah
Ucing dewasa


Kemarin, hari Kamis, sekitar jam 5 sore, Ucingku sudah pulang kerumah, gak tau darimana, mungkin bermain atau mencari selingkuhan, karena akhirnya Ucing diam diam udah punya 2 ekor anak yang lucu dan masih polos, gak ganjen, atau mungkin belom, karena anaknya dua dua jantan. Anaknya disimpan digudang rumah yang ada disebelah rumah bagian luar, tidak ada pintu, hanya ada atap dan banyak kayu kayu bekas. Alasan tidak kami ambil karena anaknya masih menyusu, induknya takut sama manusia, gak tau kenapa, padahal gak pernah kami bully.

Saat adzan magrib, Ucing masih ada dirumah, karena aku bermain dengannya, setelah itu aku wudhu untuk sholat lalu langsung ke kamar untuk sholat.

Bersamaan dengan itu juga, abangku pulang dengan mobil kantornya, yang entah kenapa hari itu di bawa pulang.

Lalu, Mama menyuruh adikku membuka pintu, saat itu juga Ucing keluar rumah, saat itu aku sedang sholat.

Setelah sholat, aku mengecek hp ku sebentar, memang aku mendengar suara kucing berkelahi, aku tau itu suara Ucing, namun aku gak terlalu peduli, karena sudah biasa Ucing berkelahi.

Tiba tiba, aku ingin melihat kucingku yang berkelahi, karena biasanya dia langsung pulang. Tapi, saat aku keluar kamar, aku melihat adikku dengan muka yang sedikit panik.
"Kak, Ucing kemana? tadi aku dengar Ucing berantem, terus, ada suara kaya ada yang ditabrak mobil, coba lihat, aku takut." Kata adikku
"Ucing kan didapur." Kataku sambil jalan kedapur.
Setelah didapur, aku mencari Ucing, tidak ada!!
Disitu, jantung aku langsung berpacu cepat, sambil menemui adikku yang diruang TV.
"Gak ada Ucing didapur, bentar aku lihat keluar, ya." Kataku.
Adikku mengikutku dibelakang.
Tiba diluar, aku lihat anak anak yang baru selesai sholat dimesjid dekat rumahku ramai di depan rumah, di sebelah selokan.
"Kak, ini kucingnya kenapa? tadi dia ditabrak mobil." Kata salah satu anak anak itu.
Aku tidak menjawab, karna aku juga melihat Ucing sudah didalam selokan, ketakutan, tidak langsung keluar dari selokan. Awalnya, aku pikir karena ramai orang. Segera aku angkat Ucing, lalu aku bawa kedalam rumah, ke dapur.
Sampai didapur, aku taruh Ucing diatas keset kaki, karena badannya kotor dan basah.


DUGG!!!
Rasanya, jantungku berdetak sekali dengan keras, lalu berhenti sebentar dan langsung berpacu dengan cepat.
Kenapa?

Karena, aku melihat Ucing jalan ngesot, kaki belakangnya tidak bisa diangkat, mengeong kesakitan.
Aku langsung berpikir
"Kaki belakangnya pasti patah!!"
Disaat itu juga aku langsung nangis dan memanggil adikku.
"Kenapa??" tanya adikku.
"Itu, Ucing kaki belakangnya patah, tadi jalannya ngesot"
Setelah melihat Ucing tidak bisa menggerakkan kakinya, adikku juga nangis.

Kami panik!!
Aku melihat Ucing seperti tidak terima kakinya patah, lalu, Ucing menyeret badannya ke arahku, naik ke pangkuanku, dan langsung kupeluk, dan ku elus elus kepalanya.
Disitu, Ucing terus mengong kesakitan, sesak nafas sangking sakitnya, darah keluar dibagian belakang, entah darimana, karna saat aku melihat, sudah banyak darah dilantai dan dicelanaku, Ucing juga seperti sedang sekarat.
Melihat Ucing, aku tambah nangis.
Siapa yang tega menabrak Ucing yang kami sayang, yang kami rawat dari kecil, hingga dia menderita begini? Disaat itu aku sangat kesal dengan orang yang menabraknya, walaupun aku gak tau siapa orangnya.

Mungkin, Ucing salah satu kucing didunia ini yang memiliki semangat hidup yang tinggi, sebelumnya ekornya juga patah, gak tau kenapa. Tapi dia masih bertahan.
Dan malam itu juga, Ucing bertahan.


Ucing baru ditabrak

Setelah beberapa lama mengeong kesakitan, Ucing mulai tenang, lalu dia turun dari pangkuanku, menyesot badannya mau keluar rumah, tapi aku tahan, lalu dia menuju kebawah meja makan. Lalu dia diam disana, merebahkan badannya.
Tidak berapa lama, dia menyeret lagi badannya, ingin naik ke atas kursi. Ucing memanjat menggunakan kaki depannya, namun tidak sanggup mengangkat kakinya. Segera kubantu. Dikursi, Ucing merebahkan badannya dan tenang disana, mungkin ingin tidur, jadi kubiarkan saja.
Sesekali saat aku terbangun tengah malam, aku langsung kedapur melihat keadaan Ucing, dan aku melihat dia masih dikursi meja makan, tidur. Lalu, aku balik ke kamar melanjutkan tidur.

Rupanya, Ucing bukan patah kaki, karena aku kadang melihat Ucing menggerakkan kakinya, kadang kiri, kadang kanan. Karena penasaran, aku mencari tahu di google. Setelah baca baca, disitulah aku tahu bahwa yang patah bukan kakinya, tapi tulang belakangnya, atau bisa dibilang pinggulnya.
Ya ampun.. Pantas saja jalannya ngesot.

Pagi, aku melihat Ucing masih dikursi, tidak mengeong kesakitan, hanya tiduran dikursi.
Pagi itu aku kuliah, pulang jam 12 siang. Saat aku tiba dirumah, aku langsung kedapur, melihat Ucing. Aku melihat Ucing sudah membaik, dan juga sudah ada dua ekor anak kucing yang dijilatinya. Aku langsung menabak, itu pasti anaknya.
"Itu anaknya?" kutanya adikku, walau sebenarnya aku sudah menabak, hanya ingin memastikan.
"Iya, aku ambil digudang, tadi dia (Ucing) melawan lawan kayak mau keluar pas dengar anaknya ngeong ngeong, terus aku ambil, aku bawak ke dia, baru dia betah, gak melawan lawan lagi." Kata adikku.
"Ohh, yaudah, berarti, biarin aja anaknya disini."kataku.

Ucing dan anak anaknya

Ucing dan anak anaknya


Malamnya, Ibu dari anak anaknya Ucing sibuk mengeong disekitaran rumah, jelas dia mencari anaknya. Karena kasihan, kami kembalikan satu ekor ke Ibunya, supaya di susui juga oleh ibunya, satu ekor tinggal sama Ucing, agar Ucing gak minta keluar.
Besoknya, anak yang sama Ucing, kami tukar dengan anak yang sama induknya, karena kasian semalaman tidak menyusu, dan begitu terus untuk hari selanjutnya.

Sudah kukatakan, Ucing tidur diatas kursi meja makan.
Pernah kulihat tiba-tiba Ucing sudah dibawah, tadinya kupikir dia jatuh, segera aku naikkan lagi ke kursi. Ternyata, Ucing pipis. Makanya dia turun.
Aku bingung, bagaimana cara dia turun? apa dia udah bisa jalan? tapi pas di pegang kok sakit?
Ternyata, Ucing turun kebawah, dengan cara menjatuhkan badannya kelantai, aku tau karena saat aku melihat Ucing, saat dia mau turun, langsung cepat cepat kubantu.

Karena kasian, kami pindahkan Ucing tidur di lantai yang kami alaskan bantal, lalu dialas lagi dengan kain biar anget.

Keesokan harinya, kondisi Ucing semakin memburuk, sampai hari Minggu, Ucing sudah tidak mau makan lagi, padahal kemarin, ketika aku suapin Whiskas, Ucing lahap memakannya, sekarang udah gak mau, tapi masih mau minum.

Sebelumnya, kenapa kami tidak membawa Ucing kedokter hewan? karena kami gak tau dimana dokter hewan disini, atau mungkin tidak ada, karena kami pun tidak pernah mendengar. Lagi juga biayanya pasti mahal.

Oke, balik lagi ke certia..
Hari Senin pagi pagi sekali, Mama, Papa dan Abangku harus pergi ke luar kota, karena Mamaku harus check up dan pulang hari Selasa. Aku tinggal berdua dengan Adikku.

Senin itu aku tidak ada jadwal kuliah, jadi bisa aku manfaatkan untuk mengurus Ucing dirumah, dengan kondisi Ucing yang semakin memburuk, karena pada sore harinya, ketika aku kasih minum, Ucing udah susah untuk nelan, rasanya sakit sekali. Lama kulihat, jujur aku sangat tidak tega karna melihat Ucing, sakit dan menderita, tidak bisa bermain, makan, bahkan sekarang tidak bisa minum.

Setelah sholat Magrib, aku lihat Ucing tidur, jadi kubiarkan saja, lalu aku makan.
Malam itu, sekitar jam 21.00, hujan sangat deras, tiba tiba aku ingat, didapur kalau sudah hujan deras begini, lantai di tempat Ucing tidur pasti basah, karena atapnya memang bocor.

Lalu, ku ajak Adikku untuk pindahin Ucing, sebelum lantainya basah.
Kami memindahkan Ucing, ku angkat Ucing dengan sangat hati-hati, Adikku angkat bantalnya.
Ketika aku menaruh Ucing dibantal, Ucing langsung tidur lagi.
Tapi, gak berapa lama, Ucing kejang-kejang, mengeong agak besar, aku tau dia sudah sekarat, kupanggil Adikku.
Dia panik, lalu nangis. Aku pun ikut menangis.
Anak Ucing juga bingung, langsung menjauh, lalu ku ambil.
Dan akhirnya.
Walaupun aku merawat Ucing sungguh sungguh, nyatanya, Allah lebih ingin merawat Ucing, dan akhirnya Ucing diambil oleh-Nya.

Udah, Tak mengapa, lagi pula aku gak sanggup lihat Ucing menderita, Ucing pasti sekarang sedang senang bermain main disana.

Terimakasih Ucing, udah temenin aku kalau lagi sendiri, temenin aku pipis kalau tengah malam, udah mau aku unyel unyel kalau sedang geram, udah mau aku peluk peluk karna gemes, udah mau nunggu depan pintu rumah kalau belum ada yang pulang kerumah, udah mau nunggu kalau telat dikasih makan.





kasian anak Ucing harus melihat Ucing pergi :(
Terimakasih Ucing udah sering ajak aku main, sangking semangat dan cerianya kadang aku sampe digigit dan dicakar.
Makasih juga udah punya anak yang lucu kaya kamu...


Anakmu unyu, cing


Ini juga, makasih ya, Ucing
Maaf juga Ibunya mereka, anakmu kami ambil waktu kami pergi, tapi kami kembalikan waktu kamu minta. Kami pinjam anaknya, ya. :)

Selamat jalan Ucing...









Minggu, 22 April 2018

SIAPA DIA ?

Peristiwa ini terjadi pada 20 Juli, 2013
Tepatnya lagi saat aku 
ulang tahun yang 
ke-16

Gimana di SMA (Yolanda & Nita & Rohani)

Yolanda...
Aku kenal dia ya karna dia duduk dibelakang aku, awalnya entah aku atau dia yang pura-pura sok akrab gitu, akhirnya kita jadi akrab beneran.. *Horeee!!!!

Awal liat dia tuh ya, buseeetttt, ciut nyali.
"Wah, kayanya nih anak galak nih, mukanya jutek gitu"
"Wah, kayanya ni anak ...
"Wahh kayanya ni anak kalau marah serem nih"

TERNYATA.....

Kalau udah deket sama dia, kita jadi tau kalau dia orang yang ramah, baik, suka bagi jawaban, dia yang senantiasa selalu rela dengerin cerita kami yang kadang gak penting, pengertian, yang selalu ketawa kalau diceritain cerita lucu walaupun padahal sebenarnya gak lucu.
(Yolanda, setealah kamu baca ini, adakah niat dihatimu untuk traktir aku bakso?)

Dia juga teman yang mau direpotkan.
Dia rela pergi dari rumah buat jemput aku kalau ada kegiatan disekolah pas bukan jadwal sekolah, kalau aku gak ada kendaraan buat kesekolah juga.

Kenapa repot?
Rumah kita itu memang searah, tapi buat kerumah aku, dia harus lewat sekolah dulu, dan dia mau jemput aku yang jarak dari rumah kesekolah kira kira sekitar 7 KM, lalu balik lagi kesekolah.
Sungguh teman yang baik.

Salah satu yang khas dari dia itu "TERIAKANNYA"
Kalau udah dia teriak yang suatanya -uhuk- merdu (gede subhanallah), semua orang yang dikelas langsung diam seribu kata, dan itu lah salah satu alasan dia di jadikan ketua kelas pas kelas 12 dulu.

Menurut aku juga dia itu ketua kelas terbaik sepanjang masa, kenapa?

Gatau

Selain itu, dulu dia juga sering antar jemput Nita.
Nita ini salah satu dari sekian 5 dari kami yang bisa dibilang ya dia pelawak lah, dia suka di bully juga karena berat badan yang sangat ideal (maaf, maksud saya sebaliknya) #maafkan kami Nita.

Walaupun sering dikatain (maaf) gend*ut, tapi dia selalu sabar dengan menjawab dengan jawaban yang baik.

Dia juga suka ngambekan, biasanya, kalau dia ngambek sih aku ga peduli, Nindi juga hahaha
maaf Nita.

Tapi disamping itu ada Yolanda yang takut kalau dia ngambek.

Hobi Nita itu makan, sekali kita liatin foto makanan, dia langsung gak bisa tidur sehari 3 malam karna kepikiran, sampe dia benar-benar kesampean makan, tapi cita-citanya sunggu mulia, apa coba?
Cita cita Nita itu kurus.
Sebagai teman yang baik juga aku selalu mendukung dia untuk menggapai cita citanya, setidaknya pas dia berdoa kita bantu jawab "amin"

Dia juga pinter nyanyi, tapi aku gak pernah liat dia nyayi di panggung :(
Tapi, tiap kita minjemin HP ke dia, pas balik ke kita, coba cek di rekaman suara.
Yang tadinya kosong, tiba tiba udah banyak rekaman dia nyanyi nyanyi sendiri.

Nita itu, serupa sama Rohani.
Rohani itu serupa sama Nita, dia juga suka ngelawak, suka kami bully, suka unyel unyel karna badannya kecil kaya cacing. Persis kaya cacing ditambah kepanasan.

Nah, Rohani pecicilan banget, gak bisa diam.
Dia juga suka nyanyi nyanyi gak jelas, untuk suaranya bagus.

Selama 3 tahun sekolah di SMA, hampir setiap hari juga kita dengerin dia nyanyi, dia juga sering duet sama Nita.

Aku ulang:
Tiap hari dengerin mereka nyanyi nyanyi gak jelas.
Kecuali mereka gak datang.
Nita nya gak muat
Yolanda ketutupan Nita

Baru sadar kita gak punya foto formasi lengkap ya?:(
Hayani & Hayati


Ya.. begitulah ceritanya.
Ntar ditambah kalau pengen ditambah.
Terimaksyiii

Sabtu, 21 April 2018

Gimana di SMA ? (Nindi)

Sesuai dengan apa yang udah aku bilang di artikel sebelumnya ...

Sejak kita duduk sebangku, kita jadi dekat, yang awalnya sama sama malu, sangking deketnya kita jadi malu-maluin, jadi gak tau malu juga, dari awalnya kita gak pernah cerita, akhirnya segala macam hal kita ceritain.

Kita cukup bisa menjaga rahasia, kalau aku pribadi jujur sih, asal ada cerita, dengan gampangnya aku cepat lupa, mungkin karena ini juga aku bisa menjaga cerita-cerita rahasia dari orang. KARNA CEPAT LUPA.


Kita kemana-mana berdua, ya gak, Nin?
Ke kantin berdua ...
Ke WC berdua, tapi yang satu jaga pintu.
Malam minggu kita berdua (dulu kita jones)
Nongkron tambah "G" berdua.
Gosipin orang berdua.
Chat berdua.
Entah kenapa kita bisa sering berdua, mungkin karena temen aku cuma dia satu, untung ada dia yang mau temenan. Kalau dia sih gatau kenapa, mungkin karena terpaksa.


Dulu, Nindi pernah naksir sama abang kelas, gara-gara itu kita jadi seriing lewat depan kelasnya pas mau kekantin, nggak berdua juga sih, kadang sama Nita, Yolanda, Rohani. Pernah juga pas lagi belajar kita modus mau ke kantin, padahal niat nya cuma mau liat abang kelas itu. hahaha

Mereka juga SMS-an.

Tapi, tidak disangka-sangka abang kelas yang bikin Nindi tak menentu itu, ternyata tiba-tiba chat gue lewat FACEBOOK (dulu masih jaman-jamannya FACEBOOK), trus abang kelasnya bilang kalau dia suka sama aku.

Woww...

Sebagai teman yang baik, aku langsung nolak, bukan sok kecantikan gitu, tapi emang gak suka, lagian gak mungkin aku suka sama gebetan temen sendiri.

Dan dengan itu juga, aku langsung cerita ke si Nindi...
"bla...bla...bla..." aku cerita sambil liatin isi chatnya.

Dan entah gimana akhirnya Nindi jadi gak suka lagi. (Good)


Karena sering berdua, kami jadi merasa kami ini layaknya anak kembar, tak terpisahkan, kita juga gak pernah berantem. Kalau ada salah satu yang marah, kita sama-sama gak peduli, akhirnya jadi baik sendiri.

Karena layaknya anak kembar, kami berinisiatif untuk mengganti nama panggilan menjadi"HAYATI" (aku) dan "HAYANI" (Nindi).
Nama panggilan itu hanya berlaku untuk pihak murid-murid aja, tidak untuk pihak para guru.

Sangking alaynya kami sampe bikin nama kita di semua tempat, di dinding sekolah, di meja, dikursi, dipapan tulis, di kalkulator masing-masing yang baru kita beli sama-sama, di balik sampul buku, dimana aja deh.
Biar apa kami tulis?
Jelas kami gak tau.

Selama tiga tahun di SMA juga, kami selalu duduk berdua.

Kalau lagi ulangan kami selalu berbagi, Nindi cari jawaban, aku menerima hasil.
Aku nyari contekan, Nindi yang menerima hasil.
Contoh :

Aku nanya.
"Nin, nomor 1 jawaban nya apa?" aku nanya lebih tepatnya berbisik
"A, 2 B, 3 D, dan seterusnya"

Nindi nanya.
"Ssttt...Sssttt.. Nomor 29 apaahhhh?"
"29? bentar ya aku cari dulu"
Secepat kilat aku nanya kesana-kesini.
Setelah tau jawabannya aku bisik lagi ke Nindi
"Nin, kalau si Polan jawabannya E, gimana?"
Terus Nindi baca lagi soalnya, menimbang-nimbang, mengira-ngira, setelah yakin dia bisik lagi
"Sssttt...Sssttt... Boleh, bikin aja jawabannya E"
Lalu setelah hasil jawabannya dibagi, nomor 29 itu SALAH.
Ya.. begitulah nasib.

Waktu ujian pun sebisa mungkin kami berbagi, sebisa mungkin kami diskusi melalui HP, karena kalau ujian kelas nya diacak, jadi kita duduknya sama adek atau abang kelas gitu.

Kita pernah gak pergi berdua, kapan?
Jadi, dulu setelah UN selesai, seperti biasa murid-murid merayakan.
Mereka pergi ke suatu tempat, terus di sana coret-coretan baju.

Dan aku yang bermental kerupuk ini, tidak ikut. Kenapa?
Karena takut dikejar polisi!!!
Padahal, kata mereka gak dikejar -___-
Sungguh sangat menyesal.
Tapi, aku gak mau kalah sama mereka, kalalu mereka cat baju, aku juga bisa. Ya biar gak nyesel-nyesel banget lah.
jadi kalau orang nanya, aku juga bisa jawab.
"Aku juga cat baju dirumah, sendiri. Tapi pake cat tembok biar keren."

tuhkan! Nongkrongnya berdua


Kalian pernah ikut merayakan?