![]() |
| Ucing masih balita |
![]() |
| Ucing pertama kali dibawa kerumah |
| Ucing dewasa |
Kemarin, hari Kamis, sekitar jam 5 sore, Ucingku sudah pulang kerumah, gak tau darimana, mungkin bermain atau mencari selingkuhan, karena akhirnya Ucing diam diam udah punya 2 ekor anak yang lucu dan masih polos, gak ganjen, atau mungkin belom, karena anaknya dua dua jantan. Anaknya disimpan digudang rumah yang ada disebelah rumah bagian luar, tidak ada pintu, hanya ada atap dan banyak kayu kayu bekas. Alasan tidak kami ambil karena anaknya masih menyusu, induknya takut sama manusia, gak tau kenapa, padahal gak pernah kami bully.
Saat adzan magrib, Ucing masih ada dirumah, karena aku bermain dengannya, setelah itu aku wudhu untuk sholat lalu langsung ke kamar untuk sholat.
Bersamaan dengan itu juga, abangku pulang dengan mobil kantornya, yang entah kenapa hari itu di bawa pulang.
Lalu, Mama menyuruh adikku membuka pintu, saat itu juga Ucing keluar rumah, saat itu aku sedang sholat.
Setelah sholat, aku mengecek hp ku sebentar, memang aku mendengar suara kucing berkelahi, aku tau itu suara Ucing, namun aku gak terlalu peduli, karena sudah biasa Ucing berkelahi.
Tiba tiba, aku ingin melihat kucingku yang berkelahi, karena biasanya dia langsung pulang. Tapi, saat aku keluar kamar, aku melihat adikku dengan muka yang sedikit panik.
"Kak, Ucing kemana? tadi aku dengar Ucing berantem, terus, ada suara kaya ada yang ditabrak mobil, coba lihat, aku takut." Kata adikku
"Ucing kan didapur." Kataku sambil jalan kedapur.
Setelah didapur, aku mencari Ucing, tidak ada!!
Disitu, jantung aku langsung berpacu cepat, sambil menemui adikku yang diruang TV.
"Gak ada Ucing didapur, bentar aku lihat keluar, ya." Kataku.
Adikku mengikutku dibelakang.
Tiba diluar, aku lihat anak anak yang baru selesai sholat dimesjid dekat rumahku ramai di depan rumah, di sebelah selokan.
"Kak, ini kucingnya kenapa? tadi dia ditabrak mobil." Kata salah satu anak anak itu.
Aku tidak menjawab, karna aku juga melihat Ucing sudah didalam selokan, ketakutan, tidak langsung keluar dari selokan. Awalnya, aku pikir karena ramai orang. Segera aku angkat Ucing, lalu aku bawa kedalam rumah, ke dapur.
Sampai didapur, aku taruh Ucing diatas keset kaki, karena badannya kotor dan basah.
DUGG!!!
Rasanya, jantungku berdetak sekali dengan keras, lalu berhenti sebentar dan langsung berpacu dengan cepat.
Kenapa?
Karena, aku melihat Ucing jalan ngesot, kaki belakangnya tidak bisa diangkat, mengeong kesakitan.
Aku langsung berpikir
"Kaki belakangnya pasti patah!!"
Disaat itu juga aku langsung nangis dan memanggil adikku.
"Kenapa??" tanya adikku.
"Itu, Ucing kaki belakangnya patah, tadi jalannya ngesot"
Setelah melihat Ucing tidak bisa menggerakkan kakinya, adikku juga nangis.
Kami panik!!
Aku melihat Ucing seperti tidak terima kakinya patah, lalu, Ucing menyeret badannya ke arahku, naik ke pangkuanku, dan langsung kupeluk, dan ku elus elus kepalanya.
Disitu, Ucing terus mengong kesakitan, sesak nafas sangking sakitnya, darah keluar dibagian belakang, entah darimana, karna saat aku melihat, sudah banyak darah dilantai dan dicelanaku, Ucing juga seperti sedang sekarat.
Melihat Ucing, aku tambah nangis.
Siapa yang tega menabrak Ucing yang kami sayang, yang kami rawat dari kecil, hingga dia menderita begini? Disaat itu aku sangat kesal dengan orang yang menabraknya, walaupun aku gak tau siapa orangnya.
Mungkin, Ucing salah satu kucing didunia ini yang memiliki semangat hidup yang tinggi, sebelumnya ekornya juga patah, gak tau kenapa. Tapi dia masih bertahan.
Dan malam itu juga, Ucing bertahan.
![]() |
| Ucing baru ditabrak |
Setelah beberapa lama mengeong kesakitan, Ucing mulai tenang, lalu dia turun dari pangkuanku, menyesot badannya mau keluar rumah, tapi aku tahan, lalu dia menuju kebawah meja makan. Lalu dia diam disana, merebahkan badannya.
Tidak berapa lama, dia menyeret lagi badannya, ingin naik ke atas kursi. Ucing memanjat menggunakan kaki depannya, namun tidak sanggup mengangkat kakinya. Segera kubantu. Dikursi, Ucing merebahkan badannya dan tenang disana, mungkin ingin tidur, jadi kubiarkan saja.
Sesekali saat aku terbangun tengah malam, aku langsung kedapur melihat keadaan Ucing, dan aku melihat dia masih dikursi meja makan, tidur. Lalu, aku balik ke kamar melanjutkan tidur.
Rupanya, Ucing bukan patah kaki, karena aku kadang melihat Ucing menggerakkan kakinya, kadang kiri, kadang kanan. Karena penasaran, aku mencari tahu di google. Setelah baca baca, disitulah aku tahu bahwa yang patah bukan kakinya, tapi tulang belakangnya, atau bisa dibilang pinggulnya.
Ya ampun.. Pantas saja jalannya ngesot.
Pagi, aku melihat Ucing masih dikursi, tidak mengeong kesakitan, hanya tiduran dikursi.
Pagi itu aku kuliah, pulang jam 12 siang. Saat aku tiba dirumah, aku langsung kedapur, melihat Ucing. Aku melihat Ucing sudah membaik, dan juga sudah ada dua ekor anak kucing yang dijilatinya. Aku langsung menabak, itu pasti anaknya.
"Itu anaknya?" kutanya adikku, walau sebenarnya aku sudah menabak, hanya ingin memastikan.
"Iya, aku ambil digudang, tadi dia (Ucing) melawan lawan kayak mau keluar pas dengar anaknya ngeong ngeong, terus aku ambil, aku bawak ke dia, baru dia betah, gak melawan lawan lagi." Kata adikku.
"Ohh, yaudah, berarti, biarin aja anaknya disini."kataku.
![]() |
| Ucing dan anak anaknya |
![]() |
| Ucing dan anak anaknya |
Besoknya, anak yang sama Ucing, kami tukar dengan anak yang sama induknya, karena kasian semalaman tidak menyusu, dan begitu terus untuk hari selanjutnya.
Sudah kukatakan, Ucing tidur diatas kursi meja makan.
Pernah kulihat tiba-tiba Ucing sudah dibawah, tadinya kupikir dia jatuh, segera aku naikkan lagi ke kursi. Ternyata, Ucing pipis. Makanya dia turun.
Aku bingung, bagaimana cara dia turun? apa dia udah bisa jalan? tapi pas di pegang kok sakit?
Ternyata, Ucing turun kebawah, dengan cara menjatuhkan badannya kelantai, aku tau karena saat aku melihat Ucing, saat dia mau turun, langsung cepat cepat kubantu.
Karena kasian, kami pindahkan Ucing tidur di lantai yang kami alaskan bantal, lalu dialas lagi dengan kain biar anget.
Keesokan harinya, kondisi Ucing semakin memburuk, sampai hari Minggu, Ucing sudah tidak mau makan lagi, padahal kemarin, ketika aku suapin Whiskas, Ucing lahap memakannya, sekarang udah gak mau, tapi masih mau minum.
Sebelumnya, kenapa kami tidak membawa Ucing kedokter hewan? karena kami gak tau dimana dokter hewan disini, atau mungkin tidak ada, karena kami pun tidak pernah mendengar. Lagi juga biayanya pasti mahal.
Oke, balik lagi ke certia..
Hari Senin pagi pagi sekali, Mama, Papa dan Abangku harus pergi ke luar kota, karena Mamaku harus check up dan pulang hari Selasa. Aku tinggal berdua dengan Adikku.
Senin itu aku tidak ada jadwal kuliah, jadi bisa aku manfaatkan untuk mengurus Ucing dirumah, dengan kondisi Ucing yang semakin memburuk, karena pada sore harinya, ketika aku kasih minum, Ucing udah susah untuk nelan, rasanya sakit sekali. Lama kulihat, jujur aku sangat tidak tega karna melihat Ucing, sakit dan menderita, tidak bisa bermain, makan, bahkan sekarang tidak bisa minum.
Setelah sholat Magrib, aku lihat Ucing tidur, jadi kubiarkan saja, lalu aku makan.
Malam itu, sekitar jam 21.00, hujan sangat deras, tiba tiba aku ingat, didapur kalau sudah hujan deras begini, lantai di tempat Ucing tidur pasti basah, karena atapnya memang bocor.
Lalu, ku ajak Adikku untuk pindahin Ucing, sebelum lantainya basah.
Kami memindahkan Ucing, ku angkat Ucing dengan sangat hati-hati, Adikku angkat bantalnya.
Ketika aku menaruh Ucing dibantal, Ucing langsung tidur lagi.
Tapi, gak berapa lama, Ucing kejang-kejang, mengeong agak besar, aku tau dia sudah sekarat, kupanggil Adikku.
Dia panik, lalu nangis. Aku pun ikut menangis.
Anak Ucing juga bingung, langsung menjauh, lalu ku ambil.
Dan akhirnya.
Walaupun aku merawat Ucing sungguh sungguh, nyatanya, Allah lebih ingin merawat Ucing, dan akhirnya Ucing diambil oleh-Nya.
Udah, Tak mengapa, lagi pula aku gak sanggup lihat Ucing menderita, Ucing pasti sekarang sedang senang bermain main disana.
Terimakasih Ucing, udah temenin aku kalau lagi sendiri, temenin aku pipis kalau tengah malam, udah mau aku unyel unyel kalau sedang geram, udah mau aku peluk peluk karna gemes, udah mau nunggu depan pintu rumah kalau belum ada yang pulang kerumah, udah mau nunggu kalau telat dikasih makan.
![]() |
| kasian anak Ucing harus melihat Ucing pergi :( |
Makasih juga udah punya anak yang lucu kaya kamu...
![]() |
| Anakmu unyu, cing |
![]() |
| Ini juga, makasih ya, Ucing |
Selamat jalan Ucing...









rasakan bermain secara online di AJOQQ
BalasHapusmin dp. 15ribu
min wd. 15ribu
coba daftar, main dan menangkan hingga ratusan juta
jadilah pemenang di AJOQQ