Haii guys, para pembaca, para ... uhuk penggemar yang nggak nungguin cerita aku. Gapapa deh, lagian ceritanya juga nggak penting,
-nyesek-
Di hari Minggu yang (biasa aja) indah ini, enaknya bernostalgia gimana dulu di SMA.
Ada yang mau tau gimana aku bisa diterima di SMA ?
Ntar aku cerita (kalau ada yang nanya).
-tersenyum-
Waktu MOS, aku benar-benar merasa jadi orang yang konyol se-kelurahan, dimana kalian diharuskan make atribut-atribut yang udah ditentuin sama kakak kelas yang kece itu. Yang dimana pada waktu itu, orang yang cantik/ganteng jadi jelek, dan orang yang jelek semakin jelek. (jangan tanya aku cantik apa jelek)
Setelah MOS, proses belajar mengajar dimulai.
Sebagai anak SMA yang baik, aku udh niat dalam hati, harus belajar seserius mungkin.
Dulu waktu itu, kelas IPA dan IPS belum dibagi, dan aku kebagian dikelas 10-3 (kalau gak salah). Kebetulan aku sekelas dengan orang yang aku kenal, dan dulu ketua kelasnya itu namanya NINDI, dia cewe.
Singkat cerita, kelaspun dibagi, ternyata aku masuk ke IPA, temen sebangku aku IPS. Dan waktu itu pembagian kelas di umumin didepan ruang kepala sekolah.
Pada saat itu aku galau, tapi muka harus tetap COOL...
#dalam hati#
"Mampus, duduk sama siapa ini?"
"Gimana kalau gak ada temen?"
"Aduh, gimana kalau, gimana kalau, gimana kalau, gimana kalau... gitu aja terus sampe aku denger kalau nama NINDI (ketua kelas) itu sekelas sama aku.
"Wah, kesempatan nih!!"
Dengan inisiatif dan kerendahan hati, aku langsung bilang ke NINDI, yang kebetulan dirinya cuma beberapa senti doang.
"Eh, nanti duduk berdua ya? kita sekelaskan? duduk sama aku ya? ya? ya? ya? hehehe" aku nyengir sok akrab.
"Emmm, gimana ya? sambil mikir
3 tahun kemudian, dia pun akhirnya membuka suara
"Emm iya, iya boleh"
"YESS!!!, setidaknya gak cenga cengo ntar dikelas buat milih duduk sama siapa" dalam hati aku.
Pengumuman selesai, semua siswa dan siswi pun berlarian masuk kedalam kelas (buat milih posisi duduk yang aman dan favorit). Aku lupa waktu itu lari apa gak, yang jelas aku gak jauh-jauh lagi dari NINDI karna takut kehilangan. IYUWH!!!
Dikelas, aku dan Nindi duduk paling depan.
Kalian pasti tau, anak-anak yang duduk paling depan itu adalah ciri-ciri anak yang pinter, rajin, selalu mendengarkan guru.
Tapi tidak dengan aku, yang gak pernah masuk sekolah waktu SMP, pada saat guru menjelaskan, aku gak ngerti, akhirnya cuma bengong aja, dengan pasang muka seolah-olah mengerti, selama itu aku cuma jadi pendengar budiman, dikasih soal selalu nyontek. #anakteladan
Singkat cerita, setelah berapa lama sekolah akhirnya aku kenal dengan penghuni kelas, baik cewe maupun cowo. Disana ada Nindi, Yolanda, Nita, dan satu lagi ada Rohani, yang akan menjadi peran dicerita ini.
Kebetulan kita duduknya sebaris, jadi, aku dan Nindi didepan, belakangnya Nita sama Yolanda, dan dibelakang lagi Rohani, dia duduk sendiri dan terkucilkan. hahaha
Entah gimana kita bisa akrab, pokonya tiba-tiba saat aku sadar udah akrab aja sama mereka.
Nindi salah satu temen yang aku bilang paling mau direpotin sih, contohnya dulu kalau aku pertandingan, kalau ada tugas,dia dengan baik hati bikinin tugas aku, kalau aku izin, dia yang ngurus ke guru biar pas di absen nama aku ditulis dengan huruf "i", kalau ada tugas aku juga nyonteknya sama dia, Nindi ini bisa di bilang salah satu dikelas.
Pokonya kalau ceritain mereka tuh gak cukup satu artikel doang.
Kalian punya temen deket gak di SMA ?
Sabtu, 21 April 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

rasakan bermain secara online di AJOQQ
BalasHapusmin dp. 15ribu
min wd. 15ribu
coba daftar, main dan menangkan hingga ratusan juta
jadilah pemenang di AJOQQ